10242014Headline:
Lapak Instan

Ini Dia 4 Peluang Usaha yang Cocok di Bulan Puasa

Jakarta – Bulan suci ramadan memang selalu menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim setiap tahunnya berlomba-lomba melaksanakan ibadah.

Tak hanya itu, bulan puasa juga ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan yang besar dengan membuka usaha dadakan, mulai dari saat menjelang bulan puasa hingga memasuki hari raya lebaran.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan ramadan yang dipengaruhi oleh pola konsumsi yang sangat tinggi ini membuat sejumlah orang yang tergerak pada berbagai bidang usaha dari mulai skala yang paling kecil, yaitu membuka lapak dadakan di rumah-rumah sampai pada tingkat tertinggi yang biasa dilakukan pebisnis lama untuk meningkatkan jumlah produksinya.

Berikut ini ada 10 jenis usaha yang paling dilirik untuk dijadikan peluang yang besar selama bulan ramadan hingga menjelang Hari Raya Lebaran, dikumpulkan detikFinance dari berbagai sumber, Senin (23/7/2012), kesepuluh peluang usaha yang ramai tersebut sebagai berikut:

1.Makanan Takjil

Segala jenis makanan yang disajikan pada saat berbuka puasa atau biasa disebut dengan takjil selalu menjadi incaran. Berbagai jenis makanan, seperti risol, bakwan, tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, kroket, pastel, martabak, asinan, kolak, dan bubur sum-sum menjadi incaran orang-orang yang ingin berbuka puasa.

Tidak hanya makanan kecil saja yang berani dijajakan, tetapi juga makanan berat, seperti ayam goreng, pepesan tahu, pepesan ikan, gudeg, daging serundeng, sayur singkong, telur balado, orek tempe, sampai mie goreng juga disajikan para penjual dadakan.

Fenomena bulan puasa di setiap tahun memang selalu mengejutkan masyarakat dengan banyaknya para penjual dadakan mulai dari yang menggelar meja di depan rumah sampai membuka lapak di sekitar lahan yang strategis, sehingga terkadang membuat kemacetan jalan yang dipenuhi orang-orang yang sedang ngabuburit  mencari bukaan puasa.

Larisnya dagangan makanan berbuka puasa tersebut menjadi incaran karena harga yang ditawarkan pada berbagai jenis makanan tersebut masih dapat terjangkau masyarakat, mulai dari Rp 500-15.000 tergantung pada jenis makanannya.

Berdasarkan pengakuan dari beberapa para penjual makanan tersebut, terutama yang mendadak baru berjualan di bulan puasa ini mereka bisa mengambil keuntungan dua kali lipat atau lebih. Kebanyakan para penjual adalah ibu-ibu yang langsung turun tangan memasak sekaligus berjualan dengan modal yang bervariasi sekitar Rp 300.000- 1 juta.

2. Minuman Berbuka Puasa

Ramainya jalanan menjelang berbuka puasa juga dikeliling oleh penjual minuman. Berbagai jenis minuman, seperti es teh, es kelapa, es campur, es buah, sop buah, es pisang ijo, segala macam jus buah juga menjadi buruan orang-orang yang akan berbuka puasa.

Penjual minuman ini selalu saja bisa ditemukan di sepanjang jalan dengan bermodalkan gerobak dan hampir selalu ramai dikerubuti orang-orang yang mengincar minuman. Harga yang ditawarkan juga masih terbilang cukup murah, mulai dari Rp 2.000-8.000 per gelas atau per bungkusnya.

Para penjual minuman ini memang merupakan penjual yang sudah biasa berjualan minuman jauh sebelum datangnya bulan puasa. Modal yang dikumpulkan untuk menjual dagangan minumannya pun tidak terlalu besar, mulai dari Rp 200.000-750.000. Seperti halnya makanan, para penjual minuman pun biasanya juga bisa meraup keuntungan dua kali lipat atau lebih dari besarnya modal.

3. Kue Lebaran

Memasuki bulan suci ramadan, masyarakat tentunya juga menunggu datangnya hari kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Di hari kemenangan tersebut, masyarakat menyiapkan segala hidangan yang akan disajikan kepada para tamu yang akan berkunjung ke rumahnya.

Salah satu sajian yang wajib disajikan di setiap rumah adalah kue lebaran. Beberapa jenis kue yang biasa disajikan seperti kue kacang, kue nastar, kue keju kastengel, kue satu, kue sagon, kue putri salju, kue kumis kucing, dan beberapa kue khas asal daerah masing-masing pemilik rumahnya.

Bagi ibu-ibu yang gemar membuat kue, hal ini tentunya bisa menjadi keuntungan bagi mereka karena tidak semua orang bisa membuat kue yang enak untuk disajikan di rumahnya. Hobi membuat kue ini bisa memberikan keuntungan karena biasanya mereka bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih dua kali lipat dari modal yang telah dikeluarkan untuk membeli bahan-bahannya.

Modal yang biasanya dikeluarkan oleh ibu-ibu yang gemar membuat kue ini tergantung dari jumlah pesenan kue kepada mereka. Berdasarkan perkiraan mereka, biasanya modal yang dikeluarkan berkisar antara Rp 1-1,5 juta.

Berdasarkan modal tersebut, mereka memberikan harga kue sesuai dengan jenis kue dan ukuran toplesnya dari ukuran ¼ kg – ½  kg. Harga untuk kue berukuran toples ¼ kg biasanya berkisar antara Rp 25.000-35.000, sedangkan untuk ukuran toples ½ kg harganya antara Rp 50.000-80.000.

4. Busana Muslim

Dimulai dari bulan suci ramadan, seringkali terlihat jelas dari tampilan para wanita yang tiba-tiba tergerak untuk mengenakan busana muslim atau biasa disebut dengan hijab. Bagi muslimah yang saat ini berani tampil fashionable sejalan dengan perkembangan mode kini bisa hadir dengan berbagai tampilan, seperti kerudung, jilbab, bergo, inner ninja, asesoris bros, shawl, kaftan, kimono dress, victorian dress, half batwing dress, hareem pants, dan berbagai model busana tertutup lainnya.

Muslimah yang saat ini berani tampil gaya mengikuti perkembangan mode menjadi semakin kreatif untuk merancang busana muslim yang tetap terlihat catchy, namun tetap tidak melanggar kaidah agamanya. Mereka juga memanfaatkan bulan suci ini untuk mengajak wanita untuk berhijab dengan menawarkan busana-busana muslim yang memiliki style, tapi tetap terjangkau harganya.

Harga yang dipasang untuk busana muslim yang berani tampil gaya ini mulai dari harga Rp 30.000-70.000 pada berbagai jenis kerudung serta Rp 150.000-250.000 untuk model-model busana muslim. Modal yang harus dikeluarkan oleh pebisnis busana muslim ini sekitar Rp 10-20 juta sesuai dengan jumlah pesanan atau barang dagangan yang berani mereka tawarkan.

Dari modal tersebut, biasanya mereka bisa meraup keuntungan Rp 3-7 juta tergantung pada ramainya penjualan yang biasanya menggunakan sistem ready stock dan pre-order.

What Next?

Recent Articles

Leave a Reply

Submit Comment