07232014Headline:
Lapak Instan

Merajut Pundi dari Kerajinan Rajutan

Dalam industri modern, pembuatan produk secara massal merupakan suatu keniscayaan. Melalui mesin industri yang makin canggih, suatu jenis produk dapat dibuat dalam jumlah banyak dengan bentuk yang sama namun dalam waktu singkat. Inilah keuntungan industri.

Namun bagi konsumen, produk massal bukan produk eksklusif, bahkan cenderung murah. Hal ini tentu berbeda dengan produk kerajinan rajutan yang merupakan hasil karya tangan yang unik dan bersifat eksklusif.

Membandingkan produk massal hasil industri dengan produk kreatif hasil buatan tangan terasa perbedaannya. Membeli suatu produk massal sebenarnya dihindari oleh konsumen karena kurang memberikan nilai lebih. Kita umumnya juga akan menyimpan dan tak akan memakai baju yang pernah kita beli bila ternyata ada orang lain yang juga mengenakan atau menyamai.

Kalaupun masyarakat membeli suatu produk massal, umumnya bukan dalam bidang busana atau fashion. Kendaraan motor atau mobil, misalnya, tidak masalah bila milik kita sama dengan milik tetangga karena itulah produk massal hasil industri modern. Namun untuk busana, setiap orang memiliki cita rasa dan cenderung akan mencari sesuatu yang berbeda.

Kerajinan rajutan merupakan suatu produk rajutan hasiil kerajinan tangan yang dilakukan secara manual. Tak sedikit produk fashion yang dibuat dari hasil rajutan, seperti baju, celana pendek, syal, sweeter, dan berbagai produk rajutan lainnya. Dibandingkan produk massal buatan pabrik, busana rajutan mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi. Karena itu tak mengherankan bila harga jual produk rajutan relatif mahal.

Bukan hanya proses manual sehingga waktu penyelesaiannya yang relatif lama yang membuat produk rajutan menjadi mahal. Keistimewaan produk rajutan tangan terutama pada desain yang dibuat dan kerapian hasil produknya.

Keistimewaan ini tidak bisa dihasilkan oleh sembarang orang. Sekedar bisa ataupun trampil merajut saja belum tentu akan menghasilkan produk rajutan yang berkualitas. Produk rajutan berkualitas hanya bisa dihasilkan oleh yang bukan hanya tekun namun juga kreatif.

Saat ini tidak banyak produsen atau pengusaha yang bergerak di bidang produk kerajinan rajutan. Banyak pelaku bisnis yang lebih memilih produk kerajinan lain yang lebih mudah dalam pembuatannya dan yang peluang pasarnya lebih luas. Apalagi produk rajutan dikenal cukup rumit dalam proses pembuatannya, dan umumnya baru bisa diselesaikan dalam waktu yang relatif lama.

Namun justru inilah sebenarnya peluang bisnis yang bisa dikembangkan dari hobi merajut. Ketika setiap orang yang hobi merajut diberikan order untuk membuat suatu pesanan, misalnya, dari 10 orang akan dapat dihasilkan 10 produk dalam satuan waktu tertentu. Kalau kita bisa menghimpun lebih banyak pengrajin atau penghobi rajutan, mungkin bisa dibuat sebuah bisnis atau usaha bersama.

Berbicara tentang kerajinan memang tidak akan pernah ada habisnya. Untuk membuka peluang usahakerajinan rajut tidak membutuhkan modal besar. Yang dibutuhkan hanya ketrampilan teknik rajut, untuk menghasilkan produk kerajinan yang bervariasi. Biasanya produk paling mudah yang sering diproduksi antara lain adalah kantong handphone, bandana, tas, taplak, aksesoris wanita, hingga topi atau peci. Karena tingkat ketelitian serta lamanya proses yang diperlukan untuk merajut, maka tak heran jika kerajinan rajutan dihargai sesuai dengan tingkat kesulitan serta lama proses yang dimiliki suatu produk. Namun untuk produk yang simpel juga dihargai dengan harga murah pula, misalnya saja dompet handphone kecil hanya dibandrol dengan harga lima ribu hingga lima belas ribu.

Besarnya minat para konsumen akan kerajinan, mampu menjadi salah satu peluang usaha kerajinan rajut untuk meramaikan pasar. Keunikan dari tiap rajutan yang saling terkait dalam produk rajut dapat memberikan untung yang cukup besar bagi para pengrajin. Hasil kerajinan rajut dapat dititip-titipkan di toko aksesoris dan tas. Merajut untung dari kerajinan rajut pun dengan mudahnya dapat diraih para pengrajin rajut. Bagi Anda yang ingin mencoba ketrampilan merajut serta berencana menjalankan usaha kerajinan rajut, berikut kami berikan contoh analisa usaha yang dapat dijadikan panduan.

1. Modal Awal

- Bahan (benang rajut dan aksesorisnya)  Rp  200.000

- Buku panduan kreasi rajut  Rp 50.000

- Peralatan (Jarum hakken, gunting, dll) Rp 100.000

Total Rp 350.000

2. Biaya Operasional

-Bahan-bahan Rp 100.000

-Biaya iklan Rp 100.000

Total Rp 200.000

3. Omset per hari

Rp 5.000 x 5 dompet handphone Rp 25.000

Omset per bulan

Rp 25.000 x 30 hari  Rp 750.000

4. Laba bersih per bulan

(Rp 750.000-Rp 200.000)    =   Rp 550.000

Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi para pebisnismuslim.

 

source: jpmi.or.id

What Next?

Recent Articles

Leave a Reply

Submit Comment