07122014Headline:
Lapak Instan

Perusahaan Ritel Malaysia Siap Gempur Pasar Indonesia

Jakarta - Pusat ritel atau perbelanjaan makin menjamur seiring pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya masyarakat kelas menengah Indonesia. Hal ini yang ditangkap Parkson Retail Asia Limited, salah satu peritel besar Asia yang berasal dari Malaysia.

Group Managing Director and Executive Director of Parkson Retail Asia Datuk Alfred Cheng menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara incaran Parkson. Parkson telah beroperasi di Malaysia, Vietnam dan China.

Alfred menyebut, Parkson mengincar konsumen kelas menengah atas. Sedangkan pasar kelas menengah, perseroan telah memiliki Centro Department Store yang lebih dulu eksis di Indonesia.

“Kami memilih Indonesia dimana konsumsi dalam begeri meningkat dengan pertumbuhan kelas atas. Indonesia juga memiliki populasi yang cukup banyak,” katanya di St. Moritz, Puri Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (30/5/2012).

Perseroan mengaku siap membangun maksimal dua gerai Parkson per tahun di Indonesia. Dengan strategi ganda, Centro juga akan Alfred kembangkan di berbagai wilayah, khususnya Jakarta, Medan dan Surabaya.

“Kita target untuk menghadirkan gerai-gerai baru. Melalui dua brand, Parkson sekitar satu, dua gerai per tahun. Centro akan hadir 4-5 gerai per tahun,” paparnya.

Rencananya Parkson Departement Store akan hadir perdana di St. Moritz, Puri Kembangan, Jakbar pada September 2013. Perseroan berkomitmen untuk menjajakan merek ternama selama 20 tahun mendatang. Parkson pun telah menyepakati investasi US$ 4 juta-US$ 5 juta dalam jangka panjang di lokasi St. Moritz.

“Kami percaya middle class terus tumbuh, hingga kami berani masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Parkson Retail Aisa Limited kini memiliki 53 gerai di Asia dan tersebar di Malaysia, Vietnam hingga China. Perusahaan yang berdiri sejak 1987 ini mencatat penjualan US$ 600 juta di 2009 dan tumbuh menjadi US$ 852 juta pada tahun 2011.

“Kami terus memperluas jaringan toko kami di Asia Tenggara, dimana kami lihat pasar dengan potensial terbesar,” imbuh Alfred. [sumber: Finance.Detik]

What Next?

Recent Articles

Leave a Reply

Submit Comment