09202014Headline:
Lapak Instan

Mudharabah Ala Rumah Makan Padang

Siapa yang tak kenal Rumah Makan Padang, tersebar di seluruh pelosok Nusantara bahkan luar negeri. Tradisi masyarakat yang gemar merantau untuk berdagang dan menuntut ilmu sudah menjadi rahasia umum.

Selain masakannya yang khas bersantan, pedas dan meracik bumbu-bumbu masakan yang beraneka ragam, daya tarik Rumah Makan ini juga berbeda. Apalagi di Rumah Makan yang besar, sudah lama, terkenal dan memiliki banyak cabang, mereka melestarikan konsep pelayanan yang super unik.

Dimana, menu makanan dihidangkan semua di meja pengunjung diantar oleh tukang antar menggunakan dua tangan dengan 9 piring sekaligus kemudian dengan telaten disusun di meja, Meski mejanya kecil tetap bisa ditata dengan rapi oleh tukangnya. Keunikan ini menjadi daya tarik pengunjung untuk makan disana.

Meski daya tarik makanan yang khas seperti rendang, dendeng balado, cancang, ayam batokok dan masakan lainnya. Ditambah dengan tukang saji membawa dan menata makanan dengan rapi. Ada hal yang sangat unik dalam pengelolaan Rumah Makan Padang yang jarang diketahui masyarakat umum. Pengelolaan yang sudah mengakar dan terus dilestarikan terutama Restoran besar dan sudah punya banyak langganan dan cabang.

Sistem yang digunakan sistem bagi hasil dan sesuai dengan tugas masing-masing. Seperti sebuah sistem, pemilik modal, pekerja akan mendapatkan hak sesuai dengan kemampuan mereka. Pemilik, kasir, tukang antar, tukang ambil nasi, tukang cuci piring, tukang masak sambal, tukang masak nasi akan mendapatkan hak masing-masing secara adil. Konsep ini telah mengakar dan terus dilestarikan oleh orang Minang hingga kini, terutama di restoran besar dan asli padang.

Keadilan menjadi konsep utama dalam bekerjasama. Bagi orang Minang, bahwa kerja harus dihargai sesuai usaha itu sudah menjadi tradisi mereka. Tidak dilebih dan tidak pula dikurangi. Konsep ini pula yang paling utama dalam sistem syariah yang akhirnya juga diterapkan oleh bank syariah kepada nasabahnya.

Konsep yang dikenal dengan skema mudharabah dimana antara pemilik modal dan pekerja akan mendapatkan hasil sesuai usaha masing-masing. Dalam industri perbankan konvensional dikenal hanya ketika ada untung bank akan memberikan bunga berapa persen sesuai kesepakatan di awal dan fixed (tetap).

Kemudian perbankan syariah hadir menawarkan berbagai keuntungan sesuai dengan usaha. Sebuah keuntungan dinilai dari seberapa besar mereka berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan untung itulah yang akan dibagi. Tentu, tidak akan tetap setiap bulannya.

Mudharabah, bagi hasil di Rumah Makan Padang, juga mengembangkan sistem yang berkeadilan. Sebut saja, ketika Rumah Makan Padang mempunyai pemilik modal. Si pemilik memberikan amanah kepada seluruh tim untuk melaksanakan tugas masing-masing. Setiap akhir bulan,setelah keuntungan dijumlahkan, setiap tim akan mendapatkan bagian masing-masing. Meski, sistem mudharabah baru dikenal dalam sistem keuangan pada 1992 di Indonesia,ditandai dengan berdirinya Bank Muamalat. Tetapi sistem ini sudah dikembangkan jauh sebelum itu.

Sistem yang diterapkan Rumah Makan Padang ini diakui sebagai sistem yang berkeadilan, Rahmatan Lil Alamin. [Oleh, Juwita Fajar Hari - Eramuslim IB]

What Next?

Recent Articles

Leave a Reply

Submit Comment